Tapi akhirnya keputusanku sudah bulat, kali ini aku merelakan pekerjaanku demi anak kami. Dan tepat pada tanggal 01 Januari 2014 aku menyandang status baru yaitu fulltime mommy *yayy!!!*. Menjadi seorang fulltime mommy tidak membatasiku untuk melihat dunia di luar pagar rumah, karena aku masih bisa berkomunikasi dengan orang-orang di luar sana dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh suamiku (internet). Dengan internet aku bisa meng-explore apa yang aku minati misalnya membuka usaha kecil-kecilan via online, mencari informasi tentang parenting, belajar lebih banyak mengenai kerajinan tangan, browsing resep baru untuk unjuk gigi, dll :D . Jadi janganlah berkecil hati saat harus melalui fase ini, jangan berpikiran dangkal kalau seorang fulltime mommy itu hanya sibuk di dapur dan bau asap kompor. As A Smart Fulltime Mommy will bring you to the next level, a great and wonderful level.
Ternyata menjadi fulltime mommy bukan sebuah pekerjaan, namun sebuah anugerah bagiku. Harus serba bisa, meski terlihat berat tapi kalau kita ikhlas dan tetap mensyukurinya semua akan terasa ringan :D . Tidak semua perempuan bisa merasakan hal yang sama, saat ini hanya dengan menikmati dan mensyukuri semua akan terasa manis. Aku sangat bersyukur karena dapat mencicipi anugerah ini dan aku tak malu mengakui bahwa saat ini aku adalah seorang fulltime mommy (Ibu Rumah Tangga).
Terima kasih Ayah,
(titik dua bintang)